Rabu, 30 Oktober 2019
Menulislah, Jadilah Pena Kebenaran !
Oleh : Samsinar Putri Saleh
Menulislah!
Biarkan jemarimu menari dengan lincahnya. Menuangkan semua kata yang ada dalam benakmu. Menulislah!
Biarkan jemarimu menari dengan gesitnya, meluapkan semua rasa hingga engkau menjadi puas tak terbebani.
Menulislah!
Alirkan semua kata dalam hatimu agar ia menjadi jernih, jauh dari kekeruhan laksana air yang mengalir tak kan menyisakan kekeruhan.
Teringat dengan pesan sang dosen yang luar biasa 'Bapak Sukirman', "Jika engkau ingin dikenang sesaat, maka berbicaralah. Namun, jika engkau ingin dikenang selamanya, maka menulislah!."
Menulislah!
Hidupkan Islam dengan tulisanmu.
Bayangkan.. Jika dulu tak ada sahabat yang menulis kisah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bisa jadi hari ini kita tidak pernah mengenal sosok mulia Rasullullah Al-Amin, tidak mencintainya apalagi meneladaninya.
Bayangkan.. Jika dulu tak ada sahabat yang menulis dan membukukan Al-Qur'an, bisa jadi hari ini kita tak mengenal Allah Ta'ala Yang Maha Agung. Bisa jadi hidup kita sudah terombang-ambing tanpa tujuan, tak pernah tau kebenaran dan terjerumus dalam kesesatan yang berbuah kebinasaan.
Bayangkan.. Jika dulu tak ada sahabat yang menulis dan membukukan hadits Rasul, bisa jadi hari ini kita tak tau bersuci, tak tau bersujud pada ilahi.
Karena itu, Menulislah!
Jangan biarkan kebenaran berhenti pada generasimu.
Menulislah!
Sebarkan kebenaran hingga ke seantero dunia agar seluruh manusianya sadar bahwa mereka diciptakan kedunia hanya untuk beribadah kepada Rabbnya. (Lihat QS. Adz-Dzaariyat : 56)
Menulislah!
Tebarkan pesona kebenaran hingga ke seantero dunia, agar kebathilan tersungkur lemah.
Menulislah!
Tuangkan semua ide yang kau emban (Baca: Islam),biarkan ia mengalir melalui jemarimu.
Ya. Menulislah, jadilah pena kebenaran!
Selasa, 29 Oktober 2019
Let's Iqra'
Blog LET'S IQRA' ini merupakan wadah bagi penulis untuk berbagi.
Berbagi ilmu, berbagi rasa, berbagi apasaja lewat aksara. Semoga bermanfaat. ^_^
Berbagi ilmu, berbagi rasa, berbagi apasaja lewat aksara. Semoga bermanfaat. ^_^
Senin, 28 Oktober 2019
Jatuh, Bangkit, Berlari!
Oleh : Samsinar Putri Saleh
Hari ini...
Kumerasa telah terjatuh ketitik terbawah dalam hidupku. kuterjatuh jauh dari Rabbku. Kuterjatuh sangat sangat dalam sehingga tak mudah bagiku untuk bangkit dan naik kembali. Tidak mudah bagiku kembali keposisi yang dekat dengan Rabbku, dekat dengan kekasihNya, dan dekat dengan orang-orang yang dicintaiNya.
Sejak halaqah itu berjeda, kejatuhan dan keterpurukan menimpaku berangsur-angsur hingga membawaku ketitik terdalam. Sekarang jauh dari jama'ah, halaqah tak berlanjut, kontakan pun tak berjalan. Kereta perjuangan telah melaju sangat jauh meninggalkanku dibelakang.
Kumerasa sendirian tertinggal kereta.
Aku harus apa sekarang?
Mungkinkah kuberlari untuk sampai pada kereta perjuangan itu yang telah melaju sangat jauh?
Haruskah aku menunggu dan mencari kereta lain?
Aduh,,, bagaimana ini?
Tidak!!!
Hanya itulah satu-satunya kereta perjuangan yang akan mengantarkanku ketujuan mulia. Bukan hanya untuk kemuliaanku. Tapi juga akan membawa ayah ibuku pada kemuliaan. Bahkan seluruh keluargaku, saudara-saudaraku, serta umat islam akan diantarkan pada kemuliaan hanya dengan kereta ini.
Tidak!!!
Aku harus bangkit!
Bangkit, berdiri dan berlari mengejar kereta itu. Akan kujadikan pena sebagai senjataku agar bisa selamat dan kembali masuk kedalam kereta itu. Akan kujadikan lisanku sebagai perisai agar kutetap terjaga dalam perjalananku mengejar kereta perjuanganku.
Aku tau, aku akan cukup ngos-ngosan dalam kesendirian dan kegelapan. Akan kujadian mataku ini sebagai lentera dalam perjalananku. Mata yang selalu melihat dan membaca petunjuk dariNya, serta hati yang akan membenarkannya, akal yang akan menimbangnya, serta jiwa dan ragaku yang akan menjalankannya.
Aku tau, aku akan menjadi lemah dan rapuh saat berlari sendirian. Kelemahan dan kerapuhan ini akan semakin menjauhkanku dengan kereta peruanganku.
Maka, akan kuraih tangan orang-orang yang kulewati. Akan ku ulurkan tanganku pada tangan-tangan mereka agar mereka ikut bersamaku. Bersamaku berlari mengejar kereta peruangan itu. Akan ku ajak mereka semua berlari menuju kemenangan.
Dengan :
Bekal => Ilmu, iman, amal shaleh.
Perlengkapan => Pena, lisan, indra, Fisik.
Hari ini...
Kumerasa telah terjatuh ketitik terbawah dalam hidupku. kuterjatuh jauh dari Rabbku. Kuterjatuh sangat sangat dalam sehingga tak mudah bagiku untuk bangkit dan naik kembali. Tidak mudah bagiku kembali keposisi yang dekat dengan Rabbku, dekat dengan kekasihNya, dan dekat dengan orang-orang yang dicintaiNya.
Sejak halaqah itu berjeda, kejatuhan dan keterpurukan menimpaku berangsur-angsur hingga membawaku ketitik terdalam. Sekarang jauh dari jama'ah, halaqah tak berlanjut, kontakan pun tak berjalan. Kereta perjuangan telah melaju sangat jauh meninggalkanku dibelakang.
Kumerasa sendirian tertinggal kereta.
Aku harus apa sekarang?
Mungkinkah kuberlari untuk sampai pada kereta perjuangan itu yang telah melaju sangat jauh?
Haruskah aku menunggu dan mencari kereta lain?
Aduh,,, bagaimana ini?
Tidak!!!
Hanya itulah satu-satunya kereta perjuangan yang akan mengantarkanku ketujuan mulia. Bukan hanya untuk kemuliaanku. Tapi juga akan membawa ayah ibuku pada kemuliaan. Bahkan seluruh keluargaku, saudara-saudaraku, serta umat islam akan diantarkan pada kemuliaan hanya dengan kereta ini.
Tidak!!!
Aku harus bangkit!
Bangkit, berdiri dan berlari mengejar kereta itu. Akan kujadikan pena sebagai senjataku agar bisa selamat dan kembali masuk kedalam kereta itu. Akan kujadikan lisanku sebagai perisai agar kutetap terjaga dalam perjalananku mengejar kereta perjuanganku.
Aku tau, aku akan cukup ngos-ngosan dalam kesendirian dan kegelapan. Akan kujadian mataku ini sebagai lentera dalam perjalananku. Mata yang selalu melihat dan membaca petunjuk dariNya, serta hati yang akan membenarkannya, akal yang akan menimbangnya, serta jiwa dan ragaku yang akan menjalankannya.
Aku tau, aku akan menjadi lemah dan rapuh saat berlari sendirian. Kelemahan dan kerapuhan ini akan semakin menjauhkanku dengan kereta peruanganku.
Maka, akan kuraih tangan orang-orang yang kulewati. Akan ku ulurkan tanganku pada tangan-tangan mereka agar mereka ikut bersamaku. Bersamaku berlari mengejar kereta peruangan itu. Akan ku ajak mereka semua berlari menuju kemenangan.
Dengan :
Bekal => Ilmu, iman, amal shaleh.
Perlengkapan => Pena, lisan, indra, Fisik.
Sabtu, 26 Oktober 2019
Sungguh Mengagumkan
Oleh : Samsinar Putri Saleh
Islam adalah agama paripurna. Tak ada satu perkara pun dalam kehidupan manusia kecuali ada aturan, hukum dan penyelesaiannya dalam Islam.
"... Dan kami turunkan kitab (Al-Qur'an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kebar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim). (TQS. An-Nahl : 89).
Islam adalah agama keselamatan. Barangsiapa yang ingin selamat dunia akhirat, maka hendaklah dia memilih Islam sebagai agama dan ideologinya.
Menjadi muslim adala kebanggaan. Menjadi muslim adalah kebahagiaan, kebahagiaan tiada tandingan. Seluruh urusannya adalah kebaikan.
Sungguh mengagumkan.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sungguh mengagumkan urusan orang yang beriman, karena seluruh urusannya merupakan kebaikan baginya. Jika mendapatkan kesenangan ia bersyukur, maka syukur adalah kebaikan baginya. Jika ditimpa kesulitan ia bersabar, maka sabar itu merupakan kebaikan baginya. Hal seperti itu tidak akan didapati pada seseorang kecuali orang yang beriman." (HR. Muslim).
-Samsinar Putri Saleh-
Islam adalah agama paripurna. Tak ada satu perkara pun dalam kehidupan manusia kecuali ada aturan, hukum dan penyelesaiannya dalam Islam.
"... Dan kami turunkan kitab (Al-Qur'an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kebar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim). (TQS. An-Nahl : 89).
Islam adalah agama keselamatan. Barangsiapa yang ingin selamat dunia akhirat, maka hendaklah dia memilih Islam sebagai agama dan ideologinya.
Menjadi muslim adala kebanggaan. Menjadi muslim adalah kebahagiaan, kebahagiaan tiada tandingan. Seluruh urusannya adalah kebaikan.
Sungguh mengagumkan.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sungguh mengagumkan urusan orang yang beriman, karena seluruh urusannya merupakan kebaikan baginya. Jika mendapatkan kesenangan ia bersyukur, maka syukur adalah kebaikan baginya. Jika ditimpa kesulitan ia bersabar, maka sabar itu merupakan kebaikan baginya. Hal seperti itu tidak akan didapati pada seseorang kecuali orang yang beriman." (HR. Muslim).
-Samsinar Putri Saleh-
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulislah, Jadilah Pena Kebenaran !
Oleh : Samsinar Putri Saleh Menulislah! Biarkan jemarimu menari dengan lincahnya. Menuangkan semua kata yang ada dalam benakmu. Menulisla...
-
Karena saya ingin : 1. Menjadi Penulis Idiologis. 2. Punya Buku yang Bermanfaat. *Agar ide yang saya emban tertuang rapi. Menjadi ...